Menuju Rekonstruksi Kurikulum Merdeka Belajar, Unimerz Makassar Gelar Lokakarya dan Workshop

Universitas Mega Rezky (Unimerz) Makassar tengah mempersiapkan diri dalam pengaplikasian konsep Merdeka Belajar yang kini menjadi fokus dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI.

Salah satu upaya mencapai konsep Merdeka Belajar ini perguruan tinggi termasuk Unimerz akan melakukan rekonstruksi kurikulum di tingkatan program studi.

Namun sebelum itu Unimerz menggelar lokakarya dan workshop kurikulum dengan tema “Rekonstruksi Kurikulum Program Studi lingkup Unimerz dalam memfasilitasi merdeka belajar”, Kamis (13/8/2020).

Kegiatan tersebut di ikuti kurang lebih 78 orang melalui virtual aplikasi zoom.

Rektor Unimerz, Prof Ali Aspar Mappahya mengawali kegiatan dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kegiatan ini, di tengah-tengah pandemi covid-19 ini dalam melaksanakan kegiatan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Ia mengatakan dalam menerapkan Program Merdeka Belajar program studi menyesuaikan dengan program-program yang dibuat dan sesuaikan dengan arah kebijakan dan strategi untuk Pendidikan tinggi berkualitas.

“Ini kita juga menekakan untuk program Merdeka Belajar dengan adanya pembukaan program studi baru di Universitas Megarezky,” ujarnya.

Sekretaris Yayasan Pendidikan Mega Rezky, IT Supriadi menyampaikan bahwa kurikulum yang dibuat sesuai dengan perkembangan zaman saat ini.

“Jadi lulusan mempunyai masa depan yang cemerlang, harapannya dalam kegiatan serupa langsung diadakan praktek, sehingga prodi-prodi dapat lebih mengerti,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut dua narasumber dihadirkan, yakni Wakil Rektor I Bidang Akademik Unimerz, Ns Julia Fitrianingsih, dan Kepala Unit Pengembangan Kurikulum dan Bahan Ajar (UPKB), Jumrah.

NS Julia menyampaikan persiapan memasuki Tahun ajaran baru 2020/2021 prodi lingkup Unimerz diharapkan mampu menyusun kurikulum dengan mengikuti perkembangan dunia Industri dan menyesuaikan dengan peraturan Kemendikbud tentang kebijakan merdeka belajar.

“Perubahan-perubahan yang terjadi sesuai dengan tuntutan Revolusi Industri 4.0 dimana era digitalisasi harus sudah menjadi keharusan, kebijakan kampus merdeka bahwa kurikulumn 2020 ini sebisa mungkin berlandaskan adanya IT literacy, ada flexibility untuk mahasiswa dan ada pengakuan dari Industri atau user,” terangnya.

Selain itu kurikulum merdeka belajar harus memiliki sinergitas dengan PD DIKTI sesuai Permendikbud RI No 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi.

“Sehingga Universitas Megarezky harus memiliki spirit dari kebijakan kampus merdeka dengan mengembangkan kurikulum dengan proses pembelajaran, inovasi penelitian dan inovasi pada kegiatan pengabdian masyarakat sehingga lulusan yang dihasilkan kompeten dan professional,” tambahnya.

Sementara narasumber kedua Kepala Unit Pengembangan Kurikulum dan Bahan Ajar (UPKB) menyampaikan bahwa perlunya ada pendampingan teknis lebih lanjut pada seluruh prodi untuk menyusun kurikulum berbasis merdeka belajar.

Serta melakukan pengembangan capaian pembelajaran baik yang sudah dimuat dalam capaian dalam prodi,maupun capaian luar prodi dan luar perguruan tinggi