Tingkatkan Kualitas Soal UKAI, Fakultas Farmasi Unimerz Latih Para Dosen Buat Soal

Uji Kompentensi Apoteker Indonesia (UKAI) berstandar nasional merupakan syarat bagi seorang calon apoteker dalam menyelesaikan Pendidikan profesinya.

Ujian ini hadir sebagai upaya menyiapkan tenaga kefarmasian yang kompeten sesuai ketetapan standar 

Pelaksanaan UKAI dilakukan dengan dua metode, yakni  MCQ’s (CBT) dan OSCE.

Dalam rangka keberhasilan pelaksanaan UKAI, Fakultas Farmasi Universitas Megarezky (Unimerz) merasa perlu melalukan upaya penambahan bank soal.

Maka dari itu Fakultas Farmasi Unimerz melaksanakan pelatihan kepada seluruh tenaga pendidik.

Ini dilakukan sebagai upaya pengembangan SDM yang terlatih sebagai penulis maupun penelaah soal UKAI.

Sehingga, diharapkan bisa meningkatkan jumlah dan mutu soal UKAI yang dihasilkan institusi.

Pelatihan dilaksanakan secara Daring pada Senin-Selasa (18-19/4/2022)

Narasumber, ada perwakila dari Panitia Nasional UKAI yakni Dr apt Rina Herowati, MSi, Dr apt Nunung Yuniarti MSi, dan Dr apt Yosef Wijoyo MSi.

Ketua PN UKAI yang diwakili oleh Ida Rahmawati menyampaikan bahwa dalam penulisan dan pengiriman soal  harus memenuhi syarat tertentu.

Agar dapat menjadi bahan uji dalam ujian kompetensi apoteker Indonesia nantinya.

Sebelum ditetapkan masuk dalam bank soal nasional, dilakukan revier secara berjenjang dari Institusi, Rigional dan Pusat.

“Jadi memang proses dan syaratnya itu panjang. Karena ini akan menjadi bahan ujian,” ujar Dr Apt Rina Herowati via rilisnya, Selasa (19/4/2022)

Pelatihan ini dibagi ke dalam tiga kelompok soal UKAI, yaitu Pharmaceutical Science (PS), Biomedical Science and Clinical Sciene(BSCS) serta Social Behavior and Administration  (SBA).

Dekan Fakultas Farmasi Dr apt Jangga MKes mengarahkan seluruh peserta dapat mengikuti rangkaian kegiatan ini dengan baik.

Guna,nantinya ada peningkatan kuantitas soal-soal UKAI dari  PSPA Unimerz

“Dengan kualitas soal memumpuni maka nilai ketertolakannya makin berkurang. Jadi, itu semua sejalan dengan peningkatan pengetahuan, pemahaman  dan keterampilan dalam membuat soal,” ujar Dr apt Jangga MKes.

Ketua Panitia sekaligus Kaprodi Profesi Apoteker Unimerz, Saparuddin menyampaikan kegiatan ini diikuti oleh 30 orang dosen pada Fakultas Farmasi UNIMERZ .

Dirinya mengharapkan jumlah soal yang akan terkumpul semakin meningkat dan berkualitas. 

“Jadi mahasiswa dalam menerima  materi  perkuliahan dari jenjang S1 Farmasi sampai di kuliah apoteker sudah terbiasa dengan model-model soal UKAI. Pada akhirnya  jumlah lulusan dalam ujian UKAI juga meningkat,” ucap Dr H Saparuddin Latu.