Fakultas Farmasi Unimerz Gelar Kuliah Umum, Bahas Peran Farmasi Menghadapi MEA

Fakultas Farmasi Universitas Megarezky (Unimerz) menggelar kuliah umum, dengan mengusung tema ‘Peran Farmasi Dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA)’, di Lt.5 Megarezky University Hall, Jumat (23/9/2022).

Pada kuliah umum kali ini, Fakultas Farmasi menghadirkan pemateri dari Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (PP IAI) yakni Wakil Sekretaris Jendral PP IAI, apt. Arief Sidharta Buana, S.Si.

Terpantau oleh insan pers Unimerz, ada puluhan peserta yang hadir dalam kuliah umum tersebut. Peserta yang hadir tidak lain merupakan mahasiswa program studi Farmasi Universitas Megarezky.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Farmasi, Jangga mengucapkan terima kasih kepada pemateri yang sudah meluangkan waktunya untuk hadir membagikan ilmu dan pengalamannya kepada mahasiswa farmasi Unimerz.

“Kami ucapkan terima kasih kepada apt. Arief telah bersedia meluangkan waktunya untuk hadir dan membawakan materi. Mahasiswa kami semua ini butuh informasi-informasi seperti ini. Tentu materi yang akan ditampilkan hari ini adalah materi yang tidak ada pada perkuliahan. Kalaupun ada, mungkin beda pembahasannya, dan mungkin hanya sebagian kecil saja yang ada,” ungkapnya.

“Pada kesempatan ini, InsyaAllah kita akan mendapatkan ilmu dan wawasan baru bersama bapak Wakil Jenderal PP AIA. Saya kira beliau telah banyak pengalaman. Sehingga dengan banyaknya pengalaman beliau, perlu untuk berbagi kepada kita semua,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Dekan Fakultas Farmasi itu juga mengatakan, bahwa sebagai mahasiswa farmasi harus bangga. Karena, menurut dia nantinya mereka akan menjadi alumni-alumni yang memiliki peluang besar untuk bekerja, baik di dalam ataupun di luar negeri.

“Di dalam perkembangan ilmu pengetahuan, perjalanan hidup bangsa dan negara di seluruh permukaan, seolah tidak ada pembatas untuk kita bekerja, baik negara orang lain atau di negara sendiri. Sehingga ini sudah memungkinkan untuk warga negara bisa bekerja di negara lain, terkhusus bidang farmasi,” ujarnya.

“Olehnya itu, farmasi di wilayah asean itu, seluruh kurikulumnya kalau tidak sama, hampir sama. Kalau pun ada perbedaan, tidak terlalu jauh ketimpangan atau perbedaaan dari masing-masing jenjang prodi Farmasi,” pungkasnya.

Sementara itu, dalam pemaparannya, apt. Arief Sidharta Buana, S.Si. menegaskan, bahwa untuk bisa menghadapi tantangan kefarmasian, seluruh apoteker itu harus bisa lebih mandiri, dan tidak bergantung pada sebuah perusahaan, Investor atau industri.

“Apoteker harus bisa mandiri, tidak boleh tergantung oleh investor. Kalian diciptakan untuk menjadi pengusaha, kalian ini enterpreneur di masa depan,” tegasnya, di hadapan puluhan mahasiswa Farmasi Unimerz.

Tak hanya itu saja, ia juga meminta kepada seluruh mahasiswa Farmasi, untuk bisa berpikir lebih maju dan lebih jeli dalam melihat situasi atau kondisi pangsa pasar.

“Seorang apoteker itu harus berpikir maju, bukan berpikir mundur. Di manapun kalian berada baik di indutri atau RS, kalian tetap harus berpikir maju. Apoteker juga harus jeli, masa kalian kalah sama pedagang-pedagang di luar sana,” ujarnya.

“Saya pertama kali ke Makassar. Dari bandara sampai ke sini, saya lihat pangsa pasar di Makassar untuk Apoteker lumayan bagus. Tinggal nanti bagaimana caranya kalian lihat data, terus menghitung kekuatan pasar,” kunci apt. Arief.

Sebagai informasi, turut hadir dalam kegiatan tersebut yakni Dekan Fakultas Farmasi Unimerz, Wakil Dekan 1, Wadek Dekan 2, serta para dosen dan staf Unimerz.