Gandeng Unit Transfusi Darah Dinkes Sulsel, Politeknik Kesehatan Megarezky Gelar Donor Darah

Dalam rangka pengabdian kepada masyarakat, Politeknik Kesehatan Megarezky bekerjasama dengan unit transfusi darah Dinas kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) menggelar donor darah, di Kampus Politeknik Kesehatan Megarezky, Makassar pada Jumat (23/9/2022).

Terpantau oleh insan pers Unimerz, pendonor mulai berdatangan ke lokasi donor darah sejak pukul 09.00 Wita.

Selain diikuti oleh para mahasiswa, beberapa civitas akademika Universitas Megarezky juga turut serta dalam kegiatan donor darah ini.

Dekan FKIP Unimerz, Dr. Abdul Malik Iskandar,M.Si yang juga merupakan pendonor darah menuturkan, bahwa ada banyak manfaat saat melakukan donor darah, salah satunya ialah dapat menyehatkan orang lain dan juga diri sendiri.

“Kita mendonorkan darah ini tujuannya untuk membantu menyehatkan orang juga menyehatkan diri kita. Semakin sering kita bersedekah darah, maka banyak juga orang yang kita bantu. Mendonorkan darah selama masih sehat kalau kita mau mendonorkan darah saat sakit kan tidak bisa. Donor darah juga cepat dilakukan, bahkan tidak sampai 6 menit jika kita memenuhi syarat. Apalagi kalau pembuluh darah kita besar,” ujarnya, saat ditemui di lokasi donor darah.

Menurutnya, pelayanan yang diberikan oleh pemeriksa kepada pendonor juga lumayan bagus, apalagi alat-alat yang digunakan pun terlihat sangat steril.

Tak hanya itu saja, Dekan FKIP itu juga mengucapkan terima kasih kepada pihak kampus yang telah berkolaborasi dengan Dinkes Sulsel dalam pelaksanaan donor darah ini. Ia pun berharap kegiatan seperti ini bisa terus digencarkan dan rutin dilaksanakan.

“Saya sangat berterima kasih kepada pihak kampus karena ada kolaborasi dengan unit transfusi darah Dinas kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan untuk menyelenggarakan kegiatan donor darah ini. Saya berharap juga agar kegiatan seperti ini terus digencarkan karena banyak yang membutuhkan darah,” ujarnya.

“Banyak orang yang akan selamat dengan menerima donor darah dari kita. Intinya adalah ketika kita mendonorkan darah, berarti kita telah menyelamatkan orang lain. Dan itu adalah sedekah dari kita untuk umat manusia yang lain,” kunci Dr. Abdul Malik Iskandar,M.Si.

Sementara itu, Dr. Deby selaku pemeriksa dan penanggung jawab donor darah tersebut menuturkan, bahwa kegiatan ini diselenggarakan dengan adanya MoU kerjasama antara pihak kampus dengan Dinkes Sulsel.

“Sebelumnya memang ada MOU antara pihak kampus dengan Dinas kesehatan Sulsel dalam hal ini unit transfusi darah. Jadi sebelumnya ini rutin dilakukan tepat sebelum pandemi Covid-19, tetapi setelah pandemi agak jarang,” ujarnya.

Kepada para pendonor, sebelum dilakukan donor darah, pihak pemeriksa memberikan sosialisasi terlebih dahulu. Hal ini dilakukan agar orang-orang mengetahui, apakah dirinya layak menjadi pendonor darah atau tidak.

Beberapa hal yang sosialisasikan yakni, pendonor darah harus memiliki umur di atas 17 tahun, berat badan minimal 47 Kg. Selain itu, pendonor juga tidak boleh begadang dan tidak mempunyai riwayat penyakit yang menular.

Di akhir keterangannya, Dr. Deby juga menegaskan, tujuan utama diselenggarakannya donor darah adalah sebagai wujud kemanusiaan. Karena menurutnya, setiap hari banyak orang sakit yang membutuhkan berkantong-kantong darah untuk bisa sembuh dari penyakitnya.

“Tujuan dari dari donor darah adalah untuk kemanusiaan karena sebanyak apapun darah yang didonorkan akan habis setiap harinya. Hal ini dikarenakan banyak pasien yang membutuhkan. Kemudian tujuan lainnya adalah memberi manfaat untuk pendonor itu sendiri. Jadi manfaat bagi pendonor adalah untuk siklus darah yang dikeluarkan agar dibentuk kembali dengan darah yang lebih fresh,” tutupnya.

Sebagai informasi, kegiatan donor darah ini akan terus rutin diselenggarakan oleh Politeknik Kesehatan Megarezky dengan berkolaborasi bersama Dinkes Sulsel Unit Transfusi Darah. Tunggu Informasi Selanjutnya yaa!